1459654654090

Banjarbaru – Menurut teori perkembangan keluarga, pada tahap ke VI sebuah keluarga masuk pada tahap dimana anak usia dewasa muda meninggalkan rumah. Keluarga memiliki tugas untuk melepaskan anak dan menyesuaikan diri dengan situasi keluarga yang ada. Namun, seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan dan ekonomi yang meningkat maka semakin muda pula usia anak untuk lepas dan meninggalkan orangtua. Misalnya memilih pendidikan di luar kota. Hubungan jarak jauh membutuhkan komitmen yang tinggi dan usaha yang lebih dibandingkan keluarga yang tinggal bersama. Komunikasi merupakan salah satu kunci yang juga sangat berperan dalam hubungan jarak jauh. Saling memberi kabar dan menceritakan kejadian sehari hari dapat dilakukan untuk menjaga komunikasi. Apalagi saat ini kemajuan teknologi memungkinkan untuk membuat setiap orang yang jauh menjadi dekat. Sosial media juga dapat digunakan untuk berkomunikasi dan sebagai salah satu teknik orangtua untuk  mengontrol kegiatan dan hubungan sosial anak.

Walaupun berjauhan, orangtua dan anak harus tetap menyediakan waktu berkualitas bersama dan membuat jadwal untuk berkumpul misalnya ketika liburan semester atau merayakan momen momen tertentu.kasih sayang dan kepedulian harus tetap diungkapkan dan ditunjukkan sesering mungkin walaupun terdapat perbedaan jarak.

Bagi anak, dibutuhkan kemampuan untuk kontrol diri yang baik. Misalnya dengan memilih pergaulan dan kegiatan yang positif. Anak juga perlu diajarkan untuk bersikap asertif yaitu mengungkapkan pendapatnya dengan cara yang tepat untuk menolak ajakan teman yang negatif. Orangtua juga perlu lebih mengontrol anak dan tetap menerapkan aturan kepadanya agar hubungan tetap terjaga baik dan menghindarkan dari permasalahan.

 

Sumber : “Curhat” Metro Banjar, 10 April 2016
Metro 10-04
Share!