JehanBanjarbaru – Seringkali orangtua menganggap kemandirian itu penting saat anak sudah terlampau besar atau menyadari bahwa anak selalu minta orang lain untuk melakukan sesuatu untuknya, yang seharusnya sudah mampu dilakukannya sendiri. Kemandirian bukannnya muncul karena usia yang sudah siap untuk mandiri, sehingga kemandirian bukannya ditunggu kedatangannya, melainkan dibemtuk sejak dini. Seringkali orangtua bertanya-tanya, kapan usia yang tepat untuk mendidik anak menjadi mandiri. Yang segala sesuatunya tidak tergantung pada orang lain disekitarnya.
‎Permasalahan lebih kompleks rumit takkala anak tidak hanya tidak mandiri, juga diikuti dengan perilaku yang kurang ramah saat meminta bantuan (memerintah). Oleh karena itu, perlu untuk menumbuhkan kemandirian pada anak sejak dini.
‎Dimulai dari mempersiapkan tempat tidur anak. Biasakan anak untuk tidak tidur bersama orang tua sejak dini. Walaupun harus 1 kamar, paling tidak persiapkan 1 tempat tidur untuknya. Begitu pula saat pergi ke kamar mandi, pada usia 2 tahun anak mulai dipersiapkan untuk bisa mempergunakan kamar mandi.
‎Pada saat makan, pada saat anak mulai belajar makan (6 bln), anak sudah bisa dilatih untuk makan sendiri. Walaupun pada akhirnya akan lebih berantakan, namun hal ini tidak hanya melatih kemandirian, melainkan juga kemampuan motorik halus anak. Pada saat anak bermain, biasakan anak untuk membersihkan atau merapikan mainannya sebelum ia melakukan hal lain.
Seringkali dengan alasan lebih cepat dan bersih, orangtua lebih memilih menyuapi anak bahkan saat anak sudah mulai Sekolah Dasar. Termasuk dalam hal membersihkan mainan-mainan anak. Hal tersebut adalah beberapa contoh untuk bisa mengembangkan kemandirian sejak dini.  Apabila dilakukan, sedikit banyak akan membantu kemandirian anak ke depannya.
Sumber : Kolom Curhat Metro Banjar, 01 Mei 2016
Jehan Mei
Share!