Tulisan mengenai Mempersiapkan Masa Pubertas Bagi ABK

Oleh      : Jehan Safitri, M. Psi, Psikolog (Dosen Program Studi Psikologi FK ULM)

 

Masa pubertas adalah masa peralihan antara anak-anak dan dewasa atau disebut akil balik. Mereka mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas terjadi sekitar usia umur 8 – 10 tahun dan berakhir kurang lebih usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini, merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia.

 

Anak ABK

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami hambatan signifikan baik aspek psikis, sosial, emosional, dan indrawi yang menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut, sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam hidupnya

 

Mendidik anak ABK

Dalam mendidik anak ABK, konsepnya tetap sama dengan anak lainnya, hanya saja caranya sedikit berbeda, disesuaikan dengan kemampuan anak ABK untuk menerima informasi. Ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam mendidik ABK, yaitu :

  • Permasalahan yang seringkali muncul adalah adanya kendala komunikasi
    Bagaimana mengarahkan, apabila anak tampak menggesekkan alat vital, memeluk atau mencium lawan jenis. Perkenalkan organ vital, diajarkan menutup auratnya, pada siapa kita boleh memeluk, hal ini diperlukan adanya konsistensi dan pengulangan. Proritaskan pada anak perempuan, karena mereka lebih responsif.
  • Disampaikan oleh orang yang terdekat (ibu/ nenek). Apabila di luar keluarga (guru/psikolog) dengan jenis kelamin yang sama
  • Pelajaran harus bersifat konkrit (erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari)
    Metode pengajaran dengan pendekatan individual. Pengulangan terhadap materi pelajaran harus dillakukan secara terus menerus. Memecah satu tugas besar menjadi beberapa bagian yg kemudian dipelajari anak secara bertahap, sehingga anak bisa lebih mudah memahami dan melakukannya.
  • Menggunakan berbagai media yang bisa memudahkan anak untuk dapat lebih memahami materi pelajaran. Jangan terlalu menuntut syarat-syarat akademik yang tinggi.
  • Kata-kata yang digunakan haruslah kata-kata yang sederhana dan mudah dipahami anak.
    Mengajarkan kemandirian dan keterampilan pada anak mendapat porsi terbesar dalam proses pembelajaran. Saat ini, yang perlu Ibu lakukan adalah mulai mengidentifikasi dan memahami apa bakat dan potensi yang dominan pada anak yang kemudian bisa kita kembangkan sehingga kelak bakat dan potensinya tersebut bisa menjadi bekal anak untuk hidup mandiri di masa datang

Kapan sex education dapat diberikan?

  • Saat anak bertanya
  • Saat tampak perilaku yang tidak biasa ketika melihat adegan mesra memegang, tidak berkedip, menahan kencing, dll
  • Lakukan secara berkesinambungan/ terus menerus

Bagaimana caranya

  • Lakukan dengan berulang-ulang, perlu kesabaran dan sikap yang konsisten untuk dapat

membentuk pola perilaku yang baru. Apabila anak anda Asperger, kemukakan alasan yang logis saat memberikan penjelasan maupun larangan. Lakukan dengan bermain peran, dapat diajarkan pada anak bagaimana menolak dengan kata-kata dan tindakan.

  • Konfirmasi batasan, berikan batasan pada anak, apa yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh
  • Bisa juga melalui pengajaran yang bersifat visual seperti gambar, miniatur benda, atau peragaan konkret, bermain peran dan adegan film. Dengan cara ini, diharapkan anak-anak akan lebih mudah dan cepat dalam memahami konsep yang pada intinya bersifat abstrak ini. Cara menyampaikan informasi tentang perubahan-perubahan seksual ini, memang harus ekstra hati-hati dan sabar. Bila perlu sampaikan berulang-ulang. Gunakan pula bahasa yang sederhana, pendek, jelas, dan mudah dipahami.

Persiapan

  1. Bentuk harga diri anak

ABK memiliki kepribadian yang unik. Kurang punya inisiatif, sulit membaca situasi sosial, sulit beradaptasi , hal ini membuatnya merasa tersisih dan ingin dipahami. Oleh karena itu, ajari cari kelebihannya.

  1. Bantu mengatasi masalah

Bagaimana cara bergaul, lakukan dengan bantuan berbagai media. Ajarkan batasan dan bagaimana menghadapi masalah

  1. Sadarkan anak dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya
  2. Orang tua berperan sebagai teman , yaitu menguatkan dan penerimaan. Bila terlalu melindungi, kepercayaan diri tidak berkembang
  3. Menjembatani persaingan antar saudara kandung
  4. Carikan teman yang mampu mendampingi

Jatuh cinta :

  • Ajarkan anak untuk menjaga aurat seperti menjaga benda kesayangan. Berikan penjelasan, tidak hanya larangan .
  • Jelaskan batasan dalam berteman à kalau dikaitkan dengna dosa terlalu abstrak.

Yang penting untuk dilakukan

  • Memahami perbedaan laki-laki dan perempuan
  • Secara hati-hati dan sedikit demi sedikit
  • Menghindari rasa minder dan tertekan
  • Memperkecil kemungkinan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi

Latih juga untuk memakai fasilitas umum

Share!